"Kami menghargai masyarakat yang menolak atau meerima. Semua sama dan silakan saja asal masing-masing menyampaikan dengan bijak dan disertai alasan masuk akal," ujar wakil Bupati Pati, Budiyono sesuai menerima seniman yang tergabung dalam Jaringan Kesenian Anti Rayap (Jangkar) kemarin. Sejumlah aktivis Jangkar menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen dengan iringan pentas barongan sederhana dihalaman gedung DPRD dan Kantor Bupati. Mereka menyampaikan pernyataan sikap tertulis kepada ketua DPRD, bupati dan kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pati.
Aktifis Jangkar menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen dengan iringan pentas barongan sederhana dihalaman gedung DPRD dan kantor bupati. Mereka menyampaikan pernyataan sikap tertulis kepada ketua DPRD, Bupati dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pati. Aktivis Jangkar, Azis Wisanggeni mengemukakan, rencana investasi pabrik semen di wilayah Kecamatan Tambakromo dan Kayen dikhawatirkan menimbulkan persoalan lingkungan.
Bukan hanya rusaknya kondisi alam (Pegunungan Kendeng) semata, tetapi juga mengubah sosial budaya masyarakat. "Dari aspek sosial akan terjadi perubahan pola hidup masyarakat karena kehadiran industrialisasi. Nilai-nilai kegotong-royongan bisa saja terurus dengan sikap individualis karena keberadaan industri tersebut. Itu belum bicara soal perkiraan dampak rusaknya lingkungan alam yang berujung semakin parahnya bencana alam,"ujarnya.
Demikian pula dengan budaya dan kearifan lokal, juga dikhawatirkan tergerus arus industrialisasi. Akibatnya tradisi lama yang sarat nilai juga hilang dan berganti dengan tradisi baru yang mengubah tatanan hidup yang menjadi budaya selama ini.
Jangkar akan terus menyuarakan sikap dan pandangannya tersebut melalui sejumlah media kesenian. Mereka juga bakal terlibat aksi penolakan masyarakat terhadap pabrik semen dalam jumlahl besar pada 3 September yang bertepatan dengan pelaksanaan sidang Amdal.
Sejauh ini, pentas kesenian juga kerap dilangsungkan dengan mengusung tema kelestarian lingkungan dan penolakan pabrik semen.
Wakil Bupati Budiyono tidak mempersoalkan aksi masyarakat dalam bentuk apa pun asal tidak melanggar aturan. Bahkan dia mengapresiasi Jangkar yang menyampaikan sikapnya sekaligus memberikan masukan secara tertulis. Dia menjelaskan, sidang Amdal bukan utnuk memutuskan persetujuan rencana pembangunan pabrik semen. Menurutnya, hasil sidang akan menjadi bahan kajian lebih lanjut.
"Kami tolak jika lebih merugikan, dan kami terima jika memang memberi maslahah. Yang pasti kami akan menjaga lingkungan, tandasnya."
(suara Muria)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !